Monday, May 31, 2010

Kasih Ibu Merawat Anaknya yang Koma Hingga Akhir Hayat

Kasih ibu kepada beta tak terhingga sepanjang masa, hanya memberi tak harap kembali.. Sepenggal syair lagu itu benar-benar mengena pada sosok ibu asal AS ini. Wanita berusia 80 tahun itu selama berpuluh-puluh tahun merawat putrinya yang mengalami koma.



Sampai akhirnya ibu penuh kasih itu meninggal, mendahului putrinya yang hingga saat ini masih terbaring dalam koma berkepanjangan.Kaye O’Bara menutup mata untuk selamanya di rumahnya di Miami Gardens, Florida. Kamar yang selama ini ditempatinya bersama putrinya, Edwarda sejak 1970 silam. Kaye meninggal dalam tidurnya. Dia telah bertahun-tahun menderita penyakit jantung. Semasa hidupnya Kaye pernah berjanji tak akan pernah Meninggalkan Edwarda yang ketika itu masih remaja. Janji itu dimulai sejak Edwarda jatuh koma akibat penyakit diabetesnya 38 tahun yang lampau.

“Kami kira dia akan hidup melampaui kami semua. Wanita itu begitu kuat,” kata keponakan Kaye, Pamela Burdgick seperti dilansir harian news.com.au, Sabtu (8/3/2008).

Selama kurun waktu 38 tahun, kisah pengabdian Kaye kepada putrinya, Edwarda menarik simpati banyak orang. Para pengunjung yang jumlahnya tak terhitung lagi mendatangi rumah Kaye. Bahkan ada pula sebagian orang yang datang dari Jepang untuk ikut merayakan ulang tahun Edwarda.

Kisah Kaye telah dituangkan dalam buku laris karya Dr. Wayne Dyer yang berjudul A Promise Is A Promise: An Almost Unbelievable Story of a Mother’s Unconditional Love and What It Can Teach Us.

Edwarda, penderita diabetes, mengalami flu sebelum Natal 1969. Beberapa hari kemudian kondisinya memburuk dan orangtuanya, Kaye dan suaminya, Joe, membawanya ke rumah sakit.

Beberapa saat sebelum Edwarda kehilangan kesadarannya, remaja putri itu sempat bertanya kepada ibunya: “Janji ibu tidak akan meninggalkan saya, janji ya?” Kaye pun berjanji tidak akan pernah meninggalkan anak perempuannya itu.

Itulah kata-kata terakhir yang disampaikan Kaye sebelum anaknya koma berkepanjangan. Dan Kaye menepati janjinya.

Kaye dengan teratur membalik tubuh putrinya tiap dua jam supaya tidak mengalami nyeri akibat berbaring terlalu lama. Kaye memberinya makan berupa campuran makanan bayi dan susu bubuk melalui tube, menyuntikkan insulin, memutar alunan musik, membacakan buku untuk Edwarda dan tak lelah berdoa di samping tempat tidur Edwarda supaya suatu hari nanti putrinya itu akan sadar kembali.

Bagi Kaye, mengurus putrinya itu bukanlah beban, melainkan berkat. Kaye sangat yakin, Edwarda akan terbangun. “Bagi saya, dia hampir sadar. Kadang-kadang saya merasa mendengar dia bicara: Ibu, saya baik-baik saja,” kata Kaye kepada media AS, Miami Herald beberapa waktu lalu.

Namun kini Kaye telah pergi untuk selamanya. Dia meninggalkan Edwarda yang masih terbaring koma entah sampai kapan. Adik Edwarda, Colleen O’Bara mengatakan, keluarga akan terus merawat Edwarda di rumah mereka. Sama seperti Kaye, Colleen juga yakin kakaknya itu akan sadar suatu hari nanti.

Suami Kaye, Joe mengalami serangan jantung pada tahun 1972 dan meninggal dunia empat tahun kemudian. Sejak itu, Kaye mengurus Edwarda dengan menggunakan tunjangan sosial dari pemerintah dan dana pensiun suaminya, ditambah lagi dengan sumbangan dari orang-orang.

sumber:

de-rarz.blogspot.com, unik.us, news.com.au

Sunday, May 30, 2010

Rumah-Rumah Ekstrem di Tepi Jurang

1. Bonifacio (Corsica): 70 meters (230 ft) diatas permukaan Laut Mediterranean

Berada di ujung selatan pulau Corsica, Bonifacio, merupakan daerah pemukiman terpadat di pulau itu. Kota ini berada di benteng dari batu gamping putih di ketinggian 70 meter. Seiring dengan waktu, kota batu gamping ini sedikit demi sedikit tergerus oleh ombak besar laut Mediterania yang langsung menghantam.

Pada masa lalu, tempat ini menjadi tempat perlindungan angkatan laut, namun sekarang telah berubah menjadi kota pelabuhan, tempat persinggahan kapal-kapal pesiar mewah dari seluruh dunia.


2. Ronda (Spanyol) : berada di bibir jurang sedalam 100 meter

Lokasinya di pegunungan sangat tinggi sekitar 750 meter di atas permukaan laut. Kota Ronda masuk dalam provinsi Malaga, Spanyol. "El Tajo", jurang yang memiliki kedalaman 100 meter memisahkan kota tua dan kota baru.

Di bibir jurang berdiri gedung-gedung juga pemukiman penduduk. Ada tiga jembatan tersedia untuk menyeberangi jurang itu, yang dibuat pada masa yang berbeda. Tapi yang pasti ketiganya merupakan jembatan yang ada sejak berusia ratusan tahun; masa romawi, moorish dan abad ke 18.



3. Santorini (Yunani): Surga di Ketinggian 300 meter

Santorini (Yunani) dijuluki kota surga karena indahnya. Kota yg terletak 200 km sebelah selatan Yunani ini berada di ketinggian 300 meter dari permukaan laut. Digambarkan kota yang berada di pegunungan tinggi ini sangat indah, ibarat 'surga' karena pemandangannya yg luar biasa.

Pulau Santorini terbentuk dari letusan gunung api yg dahsyat di masa lalu yg menghancurkan sekitarnya. Namun dari letusan dahsyat itu terbentuk kaldera. Tempat itu menjadi sangat indah dan menjadi lokasi wisatawan yg paling banyak dikunjungi pelancong dari Eropa. Kerlap-kerlip lampu di malam hari membuat nadi kota berdenyut tanpa henti.





Konon letusan gunung Minoan di Pulau Crete, yang terjadi 3600 tahun lalu telah mengancurkan seluruh kehidupan dan peradapan di sekitar Minoan, 110 km di sebelah selatan.

Letusan dahsyat itu telah menimbulkan tsunami sangat dahsyat pula dan menyapu seluruh kehidupan di sana dalam sekejap. Dari letusan itu terbentuklah caldera yg indah. Laguna raksasa, berbentuk persegi empat, dengan ukuran sekitar 12 km x 7 km, dikelilingi pegunungan batu setinggi 300 meter pada ketiga sisinya. 


4. Castellfolit de la Roca (Spanyol)


Castellfolit de la Roca (Spanyol) terletak di atas gunung batu setinggi 50 meter, merupakan kotamadya di Catalonia, Spanyol. Kota ini berada di perbatasan pertemuan sungai Fluvià dan Toronell, yang mengalir di antara gunung batu yg menjadi dasar kota.




Konon gunung batu itu terbentuk dari aliran lahar yang menumpuk hingga 50 meter tingginya dan panjang hampir 1 km. Kota ini merupakan salah satu kota terkecil di provinsi itu.


5. Manarola (Italy) tempat paling berbahaya di Italia


Lokasinya di Liguria, Manarola. Kota ini konon merupakan kota tertua yang telah berdiri ribuan tahun lalu atau sekitar masa romawi berkuasa. Sulit menyebut persisnya kapan, hanya saja sebuah dokumen kuno masa Romawi, menyebut tentang keberadaan kota ini di mana dulunya tempat penghasil anggur.





Dan itu masih terlihat hingga sekarang di mana kebun-kebun anggur masih bertebaran di sepanjang jalan kota. Kalau anda berkunjung ke sana anda bisa menikmati berjalan-jalan melewati kebun anggur. Jalan-jalan di Via dell’Amore (Path of Love) anda akan menjumpai gedung-degung berwarna cerah yang berada di tepi jurang.


sumber:

kaskus.us & apakabardunia.com

Belajar American Slang

Layaknya bahasa Indonesia, bahasa Inggris pun memiliki bahasa slang yang biasa digunakan pada kehidupan sehari-hari. Biar bisa lebih lancar dalam percakapan sehari-hari, lebih baik coba dulu nonton video yang satu ini.


Video di atas adalah contoh percakapan dalam bahasa slang Amerika, berikut dengan penjelasan dalam perubahan grammar, ekspresi, dan pronounciation. Mudah bukan? Dan masih banyak lagi seri dari video ini, intip saja di JenniferESL channel. Semoga bermanfaat!